Jumat, 01 Juni 2018

Breaking News SKHU


BAGI SISWA/I MIS. MATHLAUL ANWAR TAPOS 2 YANG MAU DIBUATKAN SURAT KETERANGAN HASIL UJIAN (SKHU), SILAHKAN KONFIRMASI / DATANG KE KEPALA MADRASAH ATAU KE BAGIAN TATA USAHA (TU).

SURAT KETERANGAN HASIL UJIAN SEMENTARA INI DAPAT DIPERGUNAKAN UNTUK KEPERLUAN PENERIMAAN SISWA BARU (PSB) ATAU KEPERLUAN LAIN SESUAI DENGAN KEBUTUHAN.

TERIMA KASIH.

Minggu, 18 Maret 2018

Madrasah Hebat Dan Bermartabat

Hebat tidak hanya tercermin dari bangunan fisik saja melainkan juga hebat pada siswa dan lulusan madrasah, hebat dalam gurunya mengajar, hebat dalam menyalurkan ilmunya ke masyarakat, hebat prestasi, hebat kualitas siswa serta hebat dalam tata kelola kelembagaan.

Hebat memiliki indikator pada peningkatan kualitas madrasah, baik pada tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang semakin profesional, serta kualitas siswa yang berprestasi baik dalam bidang akademik maupun non akademik.

Sedangkan martabat identik dengan pembangunan karakter peserta didik guna menghasilkan siswa yang berakhlakul karimah.

Makna Madrasah Hebat Bermartabat

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata hebat merupakan bentuk adjektiva (kata yang menjelaskan nomina atau pronomina) yang memiliki arti terlampau, amat sangat (dahsyat, ramai, kuat, seru, bagus, menakutkan, dan sebagainya). Sedangkan bermartabat merupakan bentuk kata kerja dari martabat yang berarti memiliki tingkat harkat kemanusiaan atau harga diri.

Menurut Direktur KSKK Madrasah Ditjen Pendis Kemenag, A. Umar, MA, hebat tidak hanya tercermin dari bangunan fisik saja melainkan juga hebat pada siswa dan lulusan madrasah, hebat dalam gurunya mengajar, hebat dalam menyalurkan ilmunya ke masyarakat, hebat prestasi, hebat kualitas siswa serta hebat dalam tata kelola kelembagaan.

Hebat memiliki indikator pada peningkatan kualitas madrasah, baik pada tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang semakin profesional, serta kualitas siswa yang berprestasi baik dalam bidang akademik maupun non akademik.

Sedangkan martabat identik dengan pembangunan karakter peserta didik guna menghasilkan siswa yang berakhlakul karimah.

Madrasah Hebat Bermartabat berarti pencapaian kualitas terbaik kesemua komponen madrasah dengan menggunakan cara yang jujur, berakhlakul karimah, dan sesuai dengan norma keislaman. Hal ini pun erat kaitannya dengan 5 prinsip kerja, yaitu kerja keras, kerja tuntas, kerja cerdas, kerja berkualitas dan kerja ikhlas.

Dengan moto baru, Madrasah Hebat Bermartabat, semoga semakin meningkatkan semangat warga madrasah dalam menciptakan lembaga pendidikan yang hebat, berkualitas, namun tetap menjunjung tinggi kejujuran dan akhlakul karimah. 

https://ayomadrasah.blogspot.co.id/…/madrasah-hebat-bermart…
#ayomadrasah
#madrasahhebatbermartabat
#madrasahlebihbaik  
#kemenag  
#madrasah
#madrasahkukeren

Sabtu, 17 Maret 2018

Memupuk Keunggulan Madrasah Ibtidaiyah Mathlaul Anwar Tapos 2

Madrasah Ibtidaiyah Mathlaul Anwar Tapos 2 yang terletak di kawasan Desa Tapos 2 Tenjolaya Bogor Jawa Barat merupakan wadah atau tempat belajar ilmu-ilmu ke Islaman dan ilmu pengetahuan ke ahlian lainnya. Madrasah ini juga merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang memiliki kiprah panjang dalam dunia pendidikan di Desa Tapos 2 ini.

Diakui, kalau menimba ilmu pendidikan di SD sangat berbeda dengan madrasah ibtidaiyah (MI), yakni terletak di mata pelajaran. Kalau di madrasah di bidang agama ada 5 mata pelajaran yaitu Aqidah Akhlaq, Qur’an Hadist, Fikih, Sejarah Kebudayaan Indonesia (SKI), dan Bahasa Arab. Ke 5 mata pelejaran tersebut masuk dalam ujian nasional. Kemudian pendidikan di sekolah madrasah lebih ditekankan pada akhlaqnya atau perilaku siswa. Sementara itu jumlah mata pelajaran seperti di Madrasah Mathlaul Anwar Tapos 2 sebanyak 16 mata pelajaran.

Aang Abdul Hakim, A. Md. Salah seorang guru pengajar di sekolah tersebut menjelaskan, mata pelajaran Akhlaq sangat berkesinambungan dengan Hadist, Fikih dan Sejarah Kebudayaan Islam di luar mata pelajaran bahasa Arab. Kemudian untuk prakteknya semua siswa harus bisa Hafalan Hadist, Sholat, Baca Ayat Suci Al-Qur’an, dan percakapan dengan menggunakan Bahasa Arab.

Selain itu juga kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap hari adalah melaksanakan sholat berjamaah Dzuhur dan Ashar sekali-kali menjalankan sholat Dhuha.

Bagaimana dengan eskulnya? Menurut Aang Abdul Hakim, A. Md, kegiatan eskulnya seperti Pramuka, Nasid, Rabana bahkan pernah meraih berbagai prestasi, juara 2,3 dibidang kesenian Nasid, Cerdas cermat juara 2, juara 2 tenis meja putra, puitisasi dan juara rabana masih banyak lagi prestasi sekolah yang pernah di hasilkan.

Madrasah Ibtidaiyah Mathlaul Anwar Tapos 2 yang sekarang dipimpin Ibu Nengsih, S.Pd. nampaknya terus melakukan berbagai pembenahan, terutama pembenahan bangunan gedung sekolah.

Ibu Nengsih, S.Pd. sangat berharap kepada Departemen Kementrian Agama Kabupaten Bogor agar kiranya bisa membuka hati untuk memperhatiakan sarana dan prasarana di sekolah khususnya di Madrasah Ibtidaiyah Mathlaul Anwar Tapos 2.


Madrasah Ibtidaiyah Mathlaul Anwar Tapos 2 Punya Kelebihan Dibanding Sekolah Umum

Tahun pelajaran 2017/2018 dalam 3 bulan kedepan akan segera berakhir, lembaga-lembaga pendidikan pun mulai membuka pendaftaran untuk penerimaan peserta didik baru. Sehingga untuk mendapatkan minat dan simpati calon siswa, masing-masing lembaga pendidikanpun meluncurkan berbagai macam strategi sehingga persaingan untuk mendapatkan siswa sebanyak-banyaknyapun tetap terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun hal yang demikian merupakan hal yang wajar selama menggunakan cara-cara yang baik.

Terkait dengan menarik minat calon peserta didik baru, berbagai hal yang ditawarkan oleh masing-masing lembaga pendidikan nantinya akan menjadi bahan pertimbangan bagi calon peserta didik sehingga masing-masing lembaga pendidikan dalam mempromosikan sekolahnya akan menawarkan berbagai kelebihan dan keunggulan yang dimiliki oleh sekolahnya, baik itu yang berkaitan dengan sarana-prasarana yang dimiliki, program-program yang diadakan, tenaga pendidik yang dimiliki, lulusan-lulusan yang persentasenya memuaskan, dan berbagai hal lainnya. Sehingga dengan hal tersebut, calon peserta didik akan memutuskan apakah mereka akan mendaftarkan diri di sekolah tersebut atau malah memilih sekolah yang lain yang mereka anggap lebih menarik, sehingga dengan demikian setiap lembaga pendidikan diharuskan untuk mempromosikan/mensosialisasikan keunggulan dari sekolahnya masing-masing jika ingin mendapatkan pendaftar yang banyak.

Nah,,, sekarang kita kembali ke topic semula tentang “Madrasah Punya Kelebihan Dibanding Sekolah Umum/ Mengapa Harus Sekolah di Madrasah?.” Jadi pada postingan ini tidak ada niat untuk mendiskreditkan sekolah-sekolah yang basiknya sekolah umum semisal SMA/SMK, SMP atau SD tapi ini hanya sekedar memberikan gambaran kenapa sih harus memilih sekolah agama?.

Kalau kita perhatikan, sebenarnya antara sekolah agama seperti MI/MTs/MA tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan sekolah-sekolah umum mengingat semua sekolah memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun meskipun demikian, tetap saja, pasti ada hal-hal yang haya bias kita dapatkan di sekolah agama tapi tidak akan kita dapatkan di sekolah umum. Sebaliknya ada hal-hal yang hanya bias kita dapatkan di sekolah umum namun tidak bias kita rasakan di sekolah agama.

Mengapa harus memilih sekolah di Madrasah?

Jika kita melihat, sebenarnya tidak ada yang terlalu istimewa untuk sekolah di madrasah, mengingat banyak sekali hal-hal yang kadang-kadang sekolah umum lebih unggul ketimbang sekolah agama (madrasah). Dari segi fasilitas, kadang sekolah agama fasilitasnya kurang lengkap, program kurikulernya sedikit, apalagi bagi madrasah-madrasah swasta, wahhhh…. Jauh banget dari harapan. Dari segi alumnus, alumnus madrasah juga kadang-kadang tidak memiliki keistimewaan, tidak semua yang sekolah di madrasah jadi kiayi, Ustadz, penceramah atau apalah namanya, yang penting jadi orang-orang yang faham masalah-masalah agama lah. Bahkan banyak juga alumnus madrasah yang jauh dari harapan sekolah agama itu sendiri, kadang alumnus madrasah ada yang jadi preman, ada yang malas sholat, tidak lancar baca Al-Qur’an, dan lain sebagainya yang tidak mencerminkan alumnus madrasah.Namun meskipun demikian tetap saja, Mengapa Harus Sekolah di Madrasah?.

Madrasah sebenarnya merupakan sekolah yang memiliki nilai Plus. Nilai plusnya apa? Paling tidak dari segi plusnya itu ada pada porsi untuk bidang studi yang mempelajari tentang agamanya lebih banyak, ada Qur’an hadits, Akidah Akhlak, Fikih, SKI, Bahasa Arab, dan lain sebagainya, bahkan jika madrasah itu ada di bawah naungan Pondok Pesantren, biasanya aka nada program Pesantrennya yang husus membahas kitab-kitab. Namun tetap saja, itu bukan jaminan bahwa dengan sekolah di madrasah mesti akan menjadi Ulama’.
Lantas mengapa harus sekolah di Madrasah?.

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

”Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim”. (HR. Ibnu Majah. Dinilai shahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 224)

Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa setiap orang Islam diwajibkan untuk menuntut ilmu. Tapi bukankah meski tidak sekolah di Madrasah sekalipun tetap juga namanya menuntut Ilmu?. Benar sekali, namun perlu diingat bahwa “’Ilmu” yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah Ilmu agama. Karena dengan ilmu agama itulah kita akan mampu membedakan mana yang baik dan yang buruk, mana perintah dan larangan. Sehingga ilmu yang wajib untuk dituntut itu adalah ilmu agama terutama sekali hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan kewajiban-kewajban dalam agama, seperti sholat, puasa, zakat, jihad, haji, dan kewajiban-kewajiban lainnya. Dan peluang untuk bisa mendapatkan ilmu agama yang lebih besar itu adalah ketika kita menuntutnya di sekolah-sekolah agama seperti madrasah mengingat porsi mata pelajaran agama di madrasah lebih banyak dibandingkan dengan sekolah umum. Sehingga jika sekiranya akan banyak ilmu syari’at yang akan tidak kita ketahui jika kita sekolah di sekolah umum mengingat porsi mata pelajaran agama yang sedikit dan baru bisa kita ketahui dengan sekolah di madrasah karena posi mata pelajaran agamanya lebih banyak, maka menuntut ilmu dan bersekolah di Madrasah itu hukumnya akan menjadi wajib. Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah Ushul Fiqh dalam kitab Ta’limu Muta’allim yang menyatakan bahwa.

مايتوسل إلى إقامة الواجب فيكون وجبا

Apa saja yang mengantarkan untuk (terlaksananya) sesuatu yang wajib, maka jadilah ia wajib.
Maksudnya adalah sesuatu yang menjadi perantara yang menjadi syarat untuk bisa terlasksananya suatu kewajiban, maka sesuatu itu hukumnya akan menjadi wajib meskipun hukum sebelumnya sunnah. Misalnya, wudlu merupakan ibadah yang hokum asalnya adalah sunnah, sedangkan sholat 5 waktu merupakan ibadah yang hukumnya adalah wajib. Namun karena sholat tidak sah tanpa berwudlu, maka berwudlu hukumnya berubah menjadi wajib. Demikian juga hokum sekolah di madrasah itu mubah-mubah saja, namun jika dengan bersekolah di madrasah maka kita akan lebih memahami agama kita, maka sekolah di madrasah itu hukumnya wajib, karena madrasah itu menjadi washilah untuk bisa lebih memahami agama.

Bagaimana dengan output madrasah yang banyak juga yang tetap awam agama, yang masih malas, jarang bahkan tidak melaksanakan sholat 5 waktu, yang nakal, yang tidak manunjukkan prilaku Islami. Hal tersebut bukanlah alasan untuk tidak sekolah di madrasah, karena tugas para pendidik di madrasah itu adalah berikhtiar untuk mendidik peserta didik agar menjadi lebih baik, baik pemahaman tentang ilmu agama maupun praktik nyata dari ilmu agama itu. Adapun mengenai hasil, itu hanya tergantung pada Allah sebagai penentunya. Jadi Output yang tidak mencerminkan alumnus Pondok Pesantren/Madrasah, bukanlah alas an untuk tidak bersekolah di Madrasah.

Demikian juga bagi orang tua, wajib bagi mereka untuk memberikan pendidikan agama bagi anak-anaknya, karena itu merupakan salah satu bentuk pengamalan dari ayat

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلآئِكَةٌ غِلاَظٌ شِدَادُُ لاَّيَعْصُونَ اللهَ مَآأَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَايُؤْمَرُونَ6

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa ang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At Tahrim: 6)

Dengan memberikan pendidikan agama untuk anak-anaknya, maka orang tua telah memiliki usaha untuk menjaga diri dan keluarganya dari api neraka, karena tentu sekali jika anaknya telah mampu memahami ilmu agama dan mengamalkannya, maka anaknya akan terjaga dari api neraka dan orang tua tersebut juga telah menjaga dirinya karena dengan anaknya yang telah memahami ilmu agama, maka anaknya itu akan tetap mendo’akan orang tuanya sebagai bentuk implementasi dari ilmu agama yang telah difahaminya itu. Wallohu A’lam.



 Sumber: http://balon4shared.blogspot.co.id


Keuntungan Menyekolahkan Anak Di Madrasah Ibtidaiyah Mathlaul Anwar Tapos 2

Pendidikan di Indonesia pada umumnya jika dilihat secara global terbagi menjadi dua, sekolah umum dan sekolah madrasah. Perbedaan sekolah umum dan sekolah madrasah letaknya pada mata pelajaran agamnya. Jika sekolah madrasah atau yang berciri khas agama Islam, pelajaran agamanya lebih diperluas lagi. Berbeda dengan sekolah umum seperti Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas. Jika dilihat dari kelebihan mata pelajarannya maka banyak keuntungannya jika kita menyekolahkan anak di sekolah yang berciri khas agama Islam seperti Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah.

Siswa berprestasi MIS. Mathlaul Anwar Tapos 2 tingkat Kecamatan dan Kabupaten
Sebagai orangtua atau wali siswa, kita harus pandai dan cerdas dalam memilih sekolah untuk anaknya. Disarankan agar menyekolahkan anaknya ke sekolah yang mempunyai nilai lebih dalam mata pelajarannya. Terutama nilai lebih ini merupakan pelajaran agama Islam yang diwajibkan. Jika ilmu dasarnya sangat kuat, terutama ilmu agama, maka saya yakin ketika besar nanti tidak akan terlalu dipusingkan dengan pemahaman ilmu agama.

Kenapa Harus Menyekolahkan Anak di Madrasah?

Tujuan diselenggarakan pendidikan adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta membentuk manusia yang beriman kepada Allah SWT. Selain itu diharapkan kedepannya mampu berbudi pekerti, mempunyai pengetahuan umum dan tentunya pengetahuan agama yang mantap. Jika semua itu tercapai, maka akan tercipta sebuah kepribadian yang kuat demi memperkuat pondasi kehidupan di masyarakat dan bangsanya.

Untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut, maka hanya sekolah yang berciri khas agama Islam seperti Madrasah yang dapat menyajikan dengan  lengkap pengetahuan umum dan pengetahuan agama. Sedangkan Madrasah adalah sekolah umum dimana penyelenggaraannya di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia. Peranan madrasah sangat dirasakan banyak manfa’atnya dalam membantu mendidik serta mengembangkan anak bangsa.

Selain pengetahuan umum yang diajarkan di Madrasah, pengetahuan agama juga sangat diprioritaskan. Buktinya di Madrasah untuk pelajaran agama terdiri dari lima mata pelajaran, seperti:
  • Pelajaran Al-Qur’an Hadits. Mempelajari ilmu Al-Qur’an dan Al-Hadits yang terdiri dari belajar cara membaca dan menulis Al-Qur’an dengan baik dan benar, hafalan ayat-ayat Al-Qur’an, hafalan Al-Hadits, dan sebagainya;
  • Pelajaran Akidah Akhlak. Pelajaran ini mempelajari tentang ilmu akidah dan akhlak sehari-hari, seperti bagaimana cara menghormati kedua orangtua, belajar kalimat-kalimat thoyyibah, hafalan asmaul husna, dan masih banyak lagi;
  • Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Pelajaran SKI khusus mempelajari kisah-kisah perkembangan agama Islam jaman dahulu untuk diambil hikmahnya sebagai contoh yang bisa diterapkan dalam kegiatan sehari-hari;
  • Pelajaran Fiqih. Ilmu Fiqih khusus mempelajari tentang cara-cara ilmu agama seperti, bagaimana cara sholat yang benar menurut aturan sebenarnya, cara memberikan zakat, cara melaksanakan tayamum, dan lain sebagainya;
  • Pelajaran Bahasa Arab. Ini adalah pelajaran agama terakhir di sekolah yang berciri khas agama Islam seperti Madrasah. Siswa dituntut untuk mempelajari bahasa Arab dengan benar. Mulai dari cara menulis huruf Arab, membaca huruf Arab, kosakata bahasa Arab, serta belajar membuat kalimat bahasa Arab.
Jika di sekolah umum semua pelajaran agama diatas disatukan menjadi satu materi atau pembelajaran. Dengan begitu tentunya pembahasannya juga tidak akan serinci dan selengkap seperti pendidikan di Madrasah. Jadi jelas lebih menguntungkan sekolah di Madrasah daripada di sekolah umum.

Ayo sekolahkan putra/putri Bapak/Ibu di Madrasah sekarang juga.

Sumber: info-menarik.net

Rabu, 12 April 2017

Penerimaan Siswa Baru MI Mathlaul Anwar TP. 2018/2019 Sudah di Mulai... AYO.. Daftar Sekarang Juga!!!

PENERIMAAN SISWA BARU MI MATHLAUL ANWAR TP. 2018/2019 SUDAH DI MULAI... AYO.. DAFTAR SEKARANG JUGA... KUOTA TERBATAS!!!

Klik Gambar untuk memperbesar.

Selasa, 24 Januari 2017

Mengenal Pengarang Barzanji

Mengenal Pengarang Maulid Al-Barzanji Sayyid Ja‘far bin Hasan bin ‘Abdul Karim bin Muhammad bin Rasul Al-Barzanji, pengarang Maulid Barzanji, adalah seorang ulama besar keturunan Nabi SAW dari keluarga Sadah Al-Barzanji yang termasyhur, berasal dari Barzanj di Irak. Beliau lahir di Madinah Al-Munawwarah pada tahun 1126 H (1714 M).

Datuk-datuk Sayyid Ja‘far semuanya ulama terkemuka yang terkenal dengan ilmu dan amalnya, keutamaan dan keshalihannya. Sayyid Muhammad bin ‘Alwi bin ‘Abbas Al-Maliki dalam Hawl al-Ihtifal bi Dzikra al-Mawlid an-Nabawi asy-Syarif pada halaman 99 menulis sebagai berikut: “Al-Allamah Al-Muhaddits Al-Musnid As- Sayyid Ja`far bin Hasan bin `Abdul Karim Al-Barzanji adalah mufti Syafi`iyyah di Madinah Al-Munawwarah. Terdapat perselisihan tentang tahun wafatnya. Sebagian menyebutkan, beliau meninggal pada tahun 1177 H (1763 M). Imam Az-Zubaid dalam al-Mu`jam al-Mukhtash menulis, beliau wafat tahun 1184 H (1770 M). Imam Az-Zubaid pernah berjumpa beliau dan menghadiri majelis pengajiannya di Masjid Nabawi yang mulia. Beliau adalah pengarang kitab Maulid yang termasyhur dan terkenal dengan nama Mawlid al-Barzanji.

Sebagian ulama menyatakan nama karangannya tersebut sebagai ‘Iqd al-Jawhar fi Mawlid an-Nabiyyil Azhar. Kitab Maulid karangan beliau ini termasuk salah satu kitab Maulid yang paling populer dan paling luas tersebar ke pelosok negeri Arab dan Islam, baik di Timur maupun Barat. Bahkan banyak kalangan Arab dan non-Arab yang menghafalnya dan mereka membacanya dalam acara-acara (pertemuan-pertemuan) keagamaan yang sesuai. Kandungannya merupakan khulashah (ringkasan) sirah nabawiyyah yang meliputi kisah kelahiran beliau, pengutusannya sebagai rasul, hijrah, akhlaq, peperangan, hingga wafatnya.” Kitab Mawlid al-Barzanji ini telah disyarahkan oleh Al-Allamah Al-Faqih Asy-Syaikh Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad Al-Maliki Al-Asy‘ari Asy-Syadzili Al-Azhari yang terkenal dengan panggilan Ba‘ilisy dengan pensyarahan yang memadai, bagus, dan bermanfaat, yang dinamakan al-Qawl al-Munji ‘ala Mawlid al-Barzanji dan telah berulang kali dicetak di Mesir. Beliau seorang ulama besar keluaran Al-Azhar Asy-Syarif, bermadzhab Maliki, mengikuti paham Asy‘ari, dan menganut Thariqah Syadziliyyah. Beliau lahir pada tahun 1217 H (1802 M) dan wafat tahun 1299 H (1882 M). Selain itu, ulama terkemuka kita yang juga terkenal sebagai penulis yang produktif, Syaikh Muhammad Nawawi Al-Bantani Al-Jawi, pun menulis syarahnya yang dinamakannya Madarijush Shu‘ud ila Iktisa-il Burud. Kemudian, Sayyid Ja‘far bin Isma‘il bin Zainal ‘Abidin bin Muhammad Al- Hadi bin Zain, suami anak satu-satunya Sayyid Ja‘far Al-Barzanji, juga menulis syarah kitab Mawlid al-Barzanji tersebut yang dinamakannya al-Kawkabul-Anwar ‘ala ‘Iqd al-Jawhar fi Mawlidin-Nabiyyil-Azhar.


Sebagaimana mertuanya, Sayyid Ja‘far ini juga seorang ulama besar lulusan Al-Azhar Asy-Syarif dan juga seorang mufti Syafi‘iyyah. Karangankarangan beliau banyak, di antaranya Syawahid al-Ghufran ‘ala Jaliy al-Ahzan fi Fadha-il Ramadhan, Mashabihul Ghurar ‘ala Jaliyyil Qadr, dan Taj al-Ibtihaj ‘ala Dhau’ al-Wahhaj fi al-Isra’ wa al-Mi‘raj. Beliau pun menulis manaqib yang menceritakan perjalanan hidup Sayyid Ja‘far Al-Barzanji dalam kitabnya ar-Raudh al-‘Athar fi Manaqib as-Sayyid Ja‘far. Kembali kepada Sayyidi Ja‘far Al-Barzanji. Selain dipandang sebagai mufti, beliau juga menjadi khatib di Masjid Nabawi dan mengajar di dalam masjid yang mulia tersebut. Beliau terkenal bukan saja karena ilmu, akhlaq, dan taqwanya, tetapi juga karena karamah dan kemakbulan doanya. Penduduk Madinah sering meminta beliau berdoa untuk mendatangkan hujan pada musim-musim kemarau. Diceritakan, suatu ketika di musim kemarau, saat beliau sedang menyampaikan khutbah Juma’tnya, seseorang meminta beliau beristisqa’ memohon hujan. Maka dalam khutbahnya itu beliau pun berdoa memohon hujan. Doanya terkabul dan hujan terus turun dengan lebatnya hingga seminggu, persis sebagaimana yang pernah terjadi pada zaman Rasulullah SAW dahulu. Sayyidi Ja‘far Al-Barzanji wafat di Madinah dan dimakamkan di Jannatul Baqi‘. Sungguh besar jasa beliau. Karangannya membawa umat ingat kepada Nabi SAW, membawa umat mengasihi beliau, membawa umat merindukannya. Sayyid Ja’far Al-Barzanji adalah seorang ulama’ besar keturunan Nabi Muhammad saw dari keluarga Sa’adah Al Barzanji yang termasyur, berasal dari Barzanj di Irak. Datuk-datuk Sayyid Ja’far semuanya ulama terkemuka yang terkenal dengan ilmu dan amalnya, keutamaan dan keshalihannya. Beliau mempunyai sifat dan akhlak yang terpuji, jiwa yang bersih, sangat pemaaf dan pengampun, zuhud, amat berpegang dengan Al-Quran dan Sunnah, wara’, banyak berzikir, sentiasa bertafakkur, mendahului dalam membuat kebajikan bersedekah,dan pemurah. Nama nasabnya adalah Sayid Ja’far ibn Hasan ibn Abdul Karim ibn Muhammad ibn Sayid Rasul ibn Abdul Sayid ibn Abdul Rasul ibn Qalandar ibn Abdul Sayid ibn Isa ibn Husain ibn Bayazid ibn Abdul Karim ibn Isa ibn Ali ibn Yusuf ibn Mansur ibn Abdul Aziz ibn Abdullah ibn Ismail ibn Al-Imam Musa Al-Kazim ibn Al-Imam Ja’far As-Sodiq ibn Al-Imam Muhammad Al-Baqir ibn Al-Imam Zainal Abidin ibn Al-Imam Husain ibn Sayidina Ali r.a. Semasa kecilnya beliau telah belajar Al-Quran dari Syaikh Ismail Al-Yamani, dan belajar tajwid serta membaiki bacaan dengan Syaikh Yusuf As-So’idi dan Syaikh Syamsuddin Al-Misri.Antara guru-guru beliau dalam ilmu agama dan syariat adalah : Sayid Abdul Karim Haidar Al-Barzanji, Syeikh Yusuf Al-Kurdi, Sayid Athiyatullah Al-Hindi. Sayid Ja’far Al-Barzanji telah menguasai banyak cabang ilmu, antaranya: Shoraf, Nahwu, Manthiq, Ma’ani, Bayan, Adab, Fiqh, Usulul Fiqh, Faraidh, Hisab, Usuluddin, Hadits, Usul Hadits, Tafsir, Hikmah, Handasah, A’rudh, Kalam, Lughah, Sirah, Qiraat, Suluk, Tasawuf, Kutub Ahkam, Rijal, Mustholah. Syaikh Ja’far Al-Barzanji juga seorang Qodhi (hakim) dari madzhab Maliki yang bermukim di Madinah, merupakan salah seorang keturunan (buyut) dari cendekiawan besar Muhammad bin Abdul Rasul bin Abdul Sayyid Al-Alwi Al-Husain Al-Musawi Al-Saharzuri Al-Barzanji (1040-1103 H / 1630-1691 M), Mufti Agung dari madzhab Syafi’i di Madinah. Sang mufti (pemberi fatwa) berasal dari Shaharzur, kota kaum Kurdi di Irak, lalu mengembara ke berbagai negeri sebelum bermukim di Kota Sang Nabi. Di sana beliau telah belajar dari ulama’-ulama’ terkenal, diantaranya Syaikh Athaallah ibn Ahmad Al-Azhari, Syaikh Abdul Wahab At-Thanthowi Al-Ahmadi, Syaikh Ahmad Al-Asybuli. Beliau juga telah diijazahkan oleh sebahagian ulama’, antaranya : Syaikh Muhammad At-Thoyib Al-Fasi, Sayid Muhammad At-Thobari, Syaikh Muhammad ibn Hasan Al A’jimi, Sayid Musthofa Al-Bakri, Syaikh Abdullah As-Syubrawi Al-Misri. Syaikh Ja’far Al-Barzanji, selain dipandang sebagai mufti, beliau juga menjadi khatib di Masjid Nabawi dan mengajar di dalam masjid yang mulia tersebut.

Beliau terkenal bukan saja karena ilmu, akhlak dan taqwanya, tapi juga dengan kekeramatan dan kemakbulan doanya. Penduduk Madinah sering meminta beliau berdo’a untuk hujan pada musim-musim kemarau. Setiap kali karangannya dibaca, shalawat dan salam dilatunkan buat junjungan kita Nabi Muhammad SAW, selain itu juga tidak lupa mendoakan Sayyid Ja‘far, yang telah berjasa menyebarkan keharuman pribadi dan sirah kehidupan makhluk termulia di alam raya. Semoga Allah meridhainya dan membuatnya ridha.
--------------
Disajikan Oleh:  WA.  DMI Kab. Malang
Sumber: http://www.inspirasisantri.com/2016/12/sejenak-bersama-pengaranga-barzanji.html

 
bloging tips